ZhiSideStory

LIVE YOUR LIFE POSITIVELY!

Sonmul/ FF/ One Shoot November 5, 2012

Filed under: Fanfiction,Fluff,Romance — 솜뭉치 @ 11:27 pm
Tags: , , ,

 

 

FF ini khusus, special saya buat untuk menyambut ultahnya seobang saya yang tercinta dan tersayang, uri G.O!!

Saengil chukhae nae sarangie Jung Byung Hee!!! *cipok, peluk* ❤ ❤ ❤

Let’s cekidot!! 😀

**

 

Title: Sonmul

Author: Han HyoMi *istri sah dan satu”nya G.O* #plakk

Length: One Shoot

Genre: Romance, Friendship

Casts: G.O MBLAQ as Jung Byung Hee

            Zhi as Han Hyo Mi

            L Infinite as Kim MyungSoo

            Chika Asari as Park Ha In

             Winda Lutfianti as Lee Rae Ah

              LF members

             MBLAQ members

 

++++++++++++++++++++++++

 

*Author POV*

 

[28 Oktober 2012, gedung MBC]

“MWORAGO? Jinjaeyo?! Hyomi-ya…!!” mata Byung Hee terbelalak lebar, dan kedua alis tebalnya terangkat tak percaya

“nn..ne..jinjaeyo” Hyomi tertunduk tak berani menatap namja yang tampak sangat berang dan gusar itu. Jung Byung Hee atau lebih dikenal dengan nama panggungya, G.O atau lebih tepat namja chingunya itu semakin gusar, wajah tampannya tampak memerah

“Neo! Jeongmal…” desis G.O geram

“uri geumanhaja Byung Hee-ah…” cepat Hyomi memotong ucapan Byung Hee yang belum selesai, kemudian berbalik dan berlari menuju pintu ruangan yang hanya berisi mereka berdua

“YA! HAN HYOMI!! WAEYO?!! APA SALAH KU!!!”  teriak Byung Hee lalu berusaha mengejar Hyomi, berhasil. Ditariknya pergelangan tangan Hyomi dan dicengkram nya erat hingga yeoja itu meringis kesakitan.

“YA! JAWAB PERTANYAAN KU?!” wajah putih Hyomi memucat mendengar bentakan G.O baru kali ini namja itu menaikkan suara di depannya. G.O yang menyadari yeoja yang dicintainya itu ketakutan, berusaha melunakkan suaranya. Namun tetap saja ekspresi kekecewaan dan amarah tidak bisa hilang dari sorot mata tajamnya

“Waeyo?! Apa salah ku?! kenapa kau ingin mengakhiri hubungan kita?!” desisnya sambil tetap tidak melepaskan cengkraman tangannya

Sambil menelan ludah leader LF itu berusaha membalas sorot mata G.O yang sedari tadi ia berusaha hindari “igeu…neo ttaemune aniya..” dan hatinya mencelos setelah mengucapkan kata itu dan menangkap sorot mata G.O

“ini semua salahku, bukan salah mu…” kembali ia menundukkan wajahnya gentar

“Lalu? Apa alasan mu??! YA! HAN HYOMI!!” kejar G.O tak sabar amarah yang tadi berusaha ia tahan, kembali meledak. Tangannya kembali mencengkram pergelangan tangan Hyomi

“ahhh…appo! Lepaskan..jebal…” rintih Hyomi sambil berusaha menarik tangannya

 

“YA!! Apa yang kau lakukan sunbaenim!?”  tiba tiba sebuah suara datang dari arah pintu yang terbuka. Sebentuk wajah namja yang terlihat lebih muda dari Hyomi maupun G.O muncul dan menatap G.O tajam. saat itu Hyomi dan G.O memang sedang berada di ruang make up studio MBC yang sepi. Karena artis dan crew lain sedang sibuk dengan acara Music core yang sedang berlangsung.

“MyungSoo-sshi…?” bisik Hyomi tanpa sadar

Kim MyungSoo, nama namja itu lalu masuk dan menarik tangan G.O melepaskan cengkraman kuatnya pada Hyomi.

“mianhae…aku tidak tau apa yang sedang terjadi, tapi sunbaenim, tidak seharusnya kau bersikap kasar pada seorang yeoja” ucapnya berani

“YA! Neo nuguya?!! Jangan ikut campur!” teriak G.O semakin berang setelah lepas dari rasa keterkejutannya atas kedatangan MyungSoo yang tiba tiba dan atas tindakannya

Melihat G.O yang perhatiannya teralih pada MyungSoo, Hyomi pun tak menyianyiakan kesempatan. Secepat kilat ia berlari menuju pintu yang masih terbuka.

“YA! HAN HYOMI! KITA BELUM SELESAI BICARA!!” G.O baru yang menyadari setelah yeoja itu berada di depan pintu, berteriak keras dan berusaha mengejar. Namun kali ini terlambat, Hyomi telah berhasil melarikan diri dan membanting pintu dibelakangnya dengan keras.

“mianhae… Byung Hee-ah..”

 

***

 

FLASHBACK

[23 Oktober 2012, Ruang santai dorm Lucky Femme]

 

Di ruangan yang sangat nyaman itu, seorang gadis sedang berjalan mondar mandir sambil mengigiti kukunya di depan perapian.

“Ya! Unnie, wae gurae? Sejak tadi mondar mandir saja?” Tanya salah satu dongsaengnya yang tengah duduk di sofa sambil sibuk membalas sapaan para fansnya di twitter akhirnya angkat bicara

“ne, waeyo unnie?” Tanya yeoja lainnya yang sedang membaca majalah sambil tidak mengalihkan pandangannya dari majalah yang ia baca.

“urgghh….kado apa yang harus aku berikan buat G.O nanti ya? Ya, apa kalian punya ide?” Tanya yeoja yang mondar mandir di depan perapian tadi.

“mwo? Oh iya, G.O oppa kan sebentar lagi ulang tahun ya unnie?” Park Hyeri, yeoja yang sibuk dengan twitter nya tadi memandang leadernya itu dengan penuh semangat

“ah! Matta! Lalu, mau bikin acara apa unnie?” Goo HyeNa, si pembaca majalah itu juga ikut-ikutan memandang leadernya

“yay! Asikk!! Makan..makan..makan…makan… menu pestanya apa unnie?” Ren si rapper yang tadinya tampak tidak tertarik sama sekali dengan pembicaraan mereka akhirnya ikut angkat bicara

“YA!! Aku Tanya kado! Kalian malah membicarakan pesta!” teriak Hyomi, si leader, jengkel.

“kan harus ada pestanya juga unnie” sebuah suara tanpa dosa milik si umma group, Park So Ryie, terdengar. Wajah si empunya suara muncul dari balik pintu dapur dengan tampang yang lebih polos lagi, mengerjap lucu pada Hyomi

“haisss….” Gerutu Hyomi frustasi sambil mengacak rambut lurus sebahunya

“hahaha… tenang unnie, berikan saja sesuatu yang sedang sangat diinginkan G.O oppa” Lee eunji, member paling kalem memberikan saran di sela-sela kegiatannya yang sedang sibuk mengepang rambut Minhee, magnae nomer 2 yang hanya mengangguk kan kepalanya mengiyakan

“yee…itu juga aku tau eunji-ah. Tapi masalahnya aku tidak tau harus memberi apa” gerutu Hyomi

“berarti kau harus mencari tau unnie” sambar Jihee

“iya benar, dan kalau soal pestanya, aku siap bantu unnie, bantu….. doa” sambung Park Sunhi yang langsung mendapat sambutan jitakan dikepala oleh si leader.

“soal kado sih mudah unnie, tapi yang benar benar harus unnie fikirkan bagaimana membuat oppa terkesan” Hwang Shenwoo menepuk pundak leadernya itu menenangkan.

Dan Hyomi semakin mengerutkan keningnya berfikir, kado apa yang harus diberikannya pada G.O nya tersayang

 

***

 

[25 Oktober 2012, Seoul Art University]

 

“ahh… aku punya ide bagus Hyomi-ah” Lee Rae Ah, salah satu sahabat Hyomi tersenyum lebar setelah mendengar keluhan dan kebingungan sahabatnya itu

“apa apa apa???” Tanya Hyomi tak sabar

“memangnya kau tau hadiah apa yang diinginkan G.O oppa Raenie-ya?” Park Ha In, sahabat Hyomi yang lain memandang Rae Ah dengan tatapan ragu

“ssst…bukan hadiah, tapi….” Lalu yeoja itu membisikkan sesuatu kepada kedua sahabatnya tersebut

“MWORAGO?!!” pekik Hyomi terkejut setelah mendengar apa yg disampaikan oleh Rae Ah

“apa tidak terlalu ekstrim?” Ha In semakin mengerutkan keningnya tanda sangsi dan tidak setuju

“unnie, jangan kau ikuti ide gila si Rae Ah” bisik Ha In pada Hyomi yang justru tersenyum dan mengebaikan Ha In, lalu menepuk pundak Rae Ah, “ide mu bagus juga”

“Mwo??!” tinggallah Ha In yang hanya bisa menggelengkan kepalanya

 

FLASHBACK END

 

***

 

[5 November 2012, 11.45 P.M, LoVe Caffe]

 

*Han Hyomi POV*

 

Aku memandang jam di dinding caffe yang sudah di dekorasi dengan nuansa yang romantis. Tidak ada pengunjung lain di caffe ini kecuali aku dan G.O ku. Ya malam ini adalah malam yang sangat special. Sekaligus menegangkan. Special karena, G.O namja chinguku akan berulang tahun dalam hitungan menit dan juga menegangkan, karena aku takut G.O tidak mau memaafkan ku yang sudah membohonginya tentang putus hubungan, lebih seminggu yang lalu. Dan selama seminggu ini aku berusaha sekeras mungkin untuk menghindarinya. Berkat bantuan member MBLAQ dan member ku semuanya berjalan lancar. Meskipun rasa bersalah terus menggerogotiku. Dan juga, aku sangat merindukannya…

Kutekan sederet nomer di ponselku

“yoboseo? Waeyo Hyomi-ya?” sebuah suara diseberang menjawab panggilanku. Suara siempunya ide gila ini, berpura-pura putus lalu memberikan kejutan pada G.O di hari ulang tahunnya. Siapa lagi kalau bukan si sinting Lee Rae Ah

“Ya! Raenie-ah! Aku benar benar takut, bagaimana kalau G.O tidak mau memaafkan ku?”

“Yah! Pabo! Percaya padaku, G.O tidak akan marah setelah ini. Kan kau sendiri yang bilang ingin memberi kejutan tak terlupakan di ulang tahunnya? Dan ini pasti akan lebih hebat dari sekedar kado biasa” cerocos Rae Ah semangat

“ne..ne.. arraseo” sudah ya

Tut…tutt…tutt…

Belum sempat menjawab aku sudah memutuskan hubungan telpon. Aku bosan, entah untuk keberapa kalinya Rae Ah mengucapkan kata yang sama untukku.

 

-11.50 P.M-

Aku semakin gugup sekaligus excited karena untuk pertama kalinya setelah kejadian di ruang make up seminggu yang lalu, aku kembali bertemu G.O. jujur, aku sangat merindukannya…

jogi jo haneullo naraolla nuguboda do nopge naraolla

geu nugudo dachido mot-halmankeum naraolla believe I can fly”

 

terdengar suara ponsel ku berbunyi, Lee Joon…

“yoboseyo?” jawabku dengan suara tercekat

“noona, bersiaplah. Sebentar lagi G.O hyung akan masuk ke dalam” desis Joonie dengan suara sekecil mungkin.

“ba..baiklah, arraseo” dengan sedikit terhuyung karena cemas, aku berjalan kearah piano yang berada di tengah ruangan. Dan memberi tanda pada seorang waitres untuk mematikan lampu.

Kini hanya cahaya lilin dari meja di tengah ruangan caffe yang menerangi. Meja yang tadi kududuki.

Kemudian terdengar derit pintu yang terbuka

“Hyung, kau masuklah duluan aku dan yang lain akan memarkirkan mobil” terdengar suara Joonie yang setengah berteriak dari ambang pintu

“ne, arraseo…” jawab sebuah suara. Suara yang tengah sangat aku rindukan… G.O

Lalu sesosok tubuh tinggi, yang meskipun berada dalam gelap masih bisa aku kenali dengan sangat baik. Dia, namja chingu ku selama 2 tahun ini

Kutarik nafas dalam, dan mulai menekan tuts tuts piano. Memainkan sebuah lagu dan bibirku bergerak menyanyikan rangkaian lirik yang indah sambil memandang kearah G.O yang masih tampak kebingungan dengan suasana caffe, lalu dia melangkah mendekati ku

 

Always the exactly same sky and always the same day
Only thing that is different is that you are not here

I thought I’ve let you go. Without anything left
No, no. I still haven’t been able to let you go

Longing for you, I am longing for you. Because I am longing for you, I call you and call you by myself everyday
Missing you, I am missing you. Because I am missing you, now I just call out your name like a habit. Even today

Day by day, I feel like I am dying, so what could I do?

Love you, Love you. I love you. Without even being able to tell you these, I’ve had to let you go like that
Sorry, I am sorry. Can you hear me? Could you be able to hear my late confession?

I love you.

(Because I miss you-Jung Yong Hwa)

 

G.O menatapku tak percaya “neo….?? Hyomi-ya?” ucapnya

Aku melangkah menjauh dari piano, dan berdiri di depan G.O dengan canggung

“annyeong… Byung Hee-ah…. Mianhae…. Saengil Chukhaeyo…” suara ku terpatah patah, dengan takut aku menatap kedua mata tajamnya

“mwoya igeu??” tanyanya masih tak percaya

“mianhae boo, tentang kejadian minggu lalu, nan geotjitmal. Aku hanya ingin memberimu surprise di hari ulang tahun mu” jelas ku was was, takut jika ia marah

“MWO??” kedua matanya membesar “Jinjaeyo??”

“n..ne..” angguk ku, tiba tiba tanpa ku duga kedua tangan milik G.O sudah memelukku dengan erat

“gomawo boo… gwenchana.. terima kasih karena semuanya tidak benar benar terjadi, terima kasih sudah membuat kejutan untuk ku”

Aku hanya tersenyum dan balas memeluknya erat

“saengil chukhae nae sarangie….” Bisik ku di telinganya, bisa kurasakan senyumnya yang semakin lebar dan pelukannya yang semakin erat

 

Tiba tiba lampu menyala, membuatku dan G.O sedikit terkejut dan mengerjapkan mata

“YA…Ya!! Sudah cukup pelukannya! Sekarang waktunya tiup lilin dan potong kue”

Dengan cepat aku dan G.O melepaskan pelukan erat kami. Di ambang pintu, Seungho, leader MBLAQ sedang membawa tart ulang tahun dengan ukuran jumbo. Dan semua memberku dan juga member MBLAQ berdiri masing masing di samping dan di belakang Seungho menatap kami dengan cengiran jahil.

Sebuah senyum puas penuh kemenangan milik Lee Rae Ah dan Park Ha In, para sahabatku juga ada di sana.

“mari kita temui mereka” G.O tersenyum lebar sambil menggenggam tanganku

“changkamman” ucapku

“waeyo?” G.O memalingkan wajahnya padaku

“neo sonmul…” lalu aku mengeluarkan sebuah gelang dengan ukiran namaku dan namanya. Kupasang dengan hati hati di lengan kirinya

“neomu yeppo! Gomawo boo” gumamnya sambil mengagumi gelang ditangannya lalu dia memberikan ciuman singkat dibibirku yang disambut dengan sorakan segenap manusia yang ada di ruangan itu. Wajahku merah padam

G.O hanya tertawa sambil menarikku kearah teman-teman kami, siap meniup lilin ulang tahun nya.

 

-END-

 

Saengil chukae hamnida uri seobang, Jung Byung Hee….

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s