ZhiSideStory

LIVE YOUR LIFE POSITIVELY!

Journey of LOVE/ Part 1 [First Love] July 15, 2012

Filed under: angst,Chaptered,Fanfiction,Romance — 솜뭉치 @ 10:14 pm
Tags: , ,

Author: Han Hyomi

Length: Chaptered

Genre: Romance

Main Cast: Bae Suji/ Suzy Miss A

Supported Casts:

– Lee Taemin/ Taemin SHINee

– Other KPOP Idol

Cast milik semua pihak yang berwenang, author hanya berhak atas ide cerita dan story line

#annyeong… sebelum kalian baca, aku  tegaskan kalau di FF ini hanya pake POV nya Suzy. Biar gak bingung 😀

Happy reading guys! ^___^

***

I saw you smile, I saw you cry, that’s why I wanted bring you to my embrace

***

Cinta, bukanlah Sesuatu yang bisa kau rencanakan sesuai keinginanmu tidak juga berdasarkan waktu seberapa lama kau mengenalnya. Setidaknya itu yang aku alami. Aku percaya cinta sejati, aku percaya akan adanya soulmate, aku juga percaya cinta pertama tidak akan pernah berakhir bahagia tapi tetap dia akan berada disana selamanya, a place so called VVVIP room in my heart. And….

There he was, my first love, Lee Taemin…

Perkenalkan, namaku Bae Suji. Atau Suzy, aku lebih menyukai dipanggil Suzy.

Aku akan menceritakan perjalanan cintaku hingga saat ini, akhirnya aku menemukan dia. My 100% perfect guy.

Dimulai dari…

Gwangju, Middle School Summer 2007

Awal memasuki sekolah menengah adalah masa tersulit bagiku yang pemalu dan pendiam. Aku bukan berasal dari keluarga kaya, tidak terlalu pintar, dan tidak terlalu cantik. Selalu sulit untuk memulai percakapan dengan orang yang baru aku kenal. Tapi ternyata, masih ada orang yang lebih parah dariku.

Lee Taemin, namja pendiam berwajah cantik. Aku tak pernah memperhatikannya sebelum ini. Dia terlalu pendiam, duduk di pojok belakang kelas dan tak punya teman. Meskipun aku juga pendiam tapi setidaknya, aku memiliki beberapa orang dekat yang bisa kusebut teman.

Awal perkenalan kami, atau lebih tepatnya interaksi kami dimulai dari pelajaran seni. Kim songsaeng membuatku dan namja itu bersama dalam satu kelompok, untuk membuat kerajinan bunga dari kertas.

Aku masih mengingat dengan jelas hari itu…

“baiklah sekarang saya akan membacakan siapa saja yang ada di kelompok dua. Bae Suji, Kang Jiyoung, Han Nayoung, Dong Hanna, dan terakhir Lee Taemin”

Aku dan Jiyoung saling melemparkan senyum lebar. Puas karena harapan kami untuk berada di kelompok yang sama bisa terwujud.

“Jiyoung-ah, Suji-ah, apa kalian kenal Taemin?”

Nayoung yang duduk di depan meja ku dan Jiyoung memutar kepalanya. Sementara Hanna yang duduk disebelahnya hanya melirik kearah pojok belakang kelas

“Lee Taemin? Yang itukan orangnya?”

Ucap Hanna setengah berbisik. Nayoung, aku dan Jiyoung ikut melirik kearah namja pendiam itu yang terlihat tidak perduli dengan pembagian kelompok. Berbeda dengan siswa siswa lain yang mulai mendatangi teman satu kelompoknya.

“omo? Dengan namja super pendiam itu?? Apa tidak ada orang lain lagi?”

Nayoung menggembungkan kedua pipi chubby nya. Membuat Jiyoung gemas dan mencubit pipinya itu

“Ya! Kang Ji! Apa yang kau lakukan?”

serunya kesal yang hanya dibalas oleh tawa renyah Jiyoung. Sementara aku hanya tersenyum.

Sudah ku bilangkan kalau aku itu pendiam? Jadi…yah aku tidak ikut pembicaraan mereka. Sekalipun seandainya ada orang-orang yang bisa aku sebut teman, mereka tidak lain hanya tiga orang menyenangkan itu. Kang Jiyoung, Han Nayoung, dan Dong Hanna. Dan hanya Jiyoung yang benar-benar dekat denganku. Karena kami bertetangga sejak….. ah entahlah aku tidak bisa mengingatnya. Mungkin sejak kami terlahir kedunia? 😀

“baiklah, anak-anak. Sekarang kalian silahkan duduk berdasarkan kelompoknya masing-masing dan mulai mengerjakan tugas kalian!”

Seru Kim songsaeng menghentikan kekacauan kecil yang terjadi di sekitarku. Lalu kami menyusun meja-meja kami dan duduk saling berhadapan. Ekor mataku melirik kearah namja cantik itu. Dia tidak bergerak sama sekali dari bangkunya, malah sibuk dengan pulpen nya menulis atau mungkin menggambar sesuatu dibuku tulisnya.

“dia itu mau bergabung dengan kita atau tidak sih?” gerutu Nayoung

“Jiyoung-ah, kau temui dia” Nayoung mendorong pundak Jiyoung pelan

“na? shirro!”

“Hanna-ya… kau saja ne?”

“aishh…kenapa aku Nayoungie? Aku tidak pernah berbicara dengan namja itu” Hanna menggelengkan kepalanya

“Suji-ah…” kali ini Nayoung ganti menatapku

“ah? Ak..aku tidak bisa” jawabku gugup

“kenapa tidak kau saja Nayoungie? Kan kau yang paling cerewet. Kenapa malah menyuruh Suji?” ujar Jiyoung menyelamatkanku

“aishhh…ne..ne..” dengan menghentakkan kaki Nayoung berjalan kearah Lee Taemin

***

“Aku tak mungkin, membawa benda ini pulang kerumah. Memalukan”

Taemin meletakkan pot itu di meja Suzy

“ya! Lee Taemin, kau kan namja. Dan pot tanah itu berat jika kami para yeoja yang harus membawanya!”

Nayoung yang memang cerewet memandang Taemin sengit. Tapi namja pendiam itu sudah berjalan dengan acuh menuju mejanya.

“aishh…jinca!”

“sudahlah Nayoung-sshi, biar nanti aku saja yang membawanya” ucapku sambil menatap pot yang tergeletak dimejaku itu.

Taemin yang membuatnya…

Sebaris kalimat itu tertempel dibenakku. Membuatku tanpa sadar mengucapkan kesediaanku membawa pot untuk kerajinan bunga kami itu pada Nayoung. Jiyoung dan yang lain menatapku heran.

Aku juga heran dengan diriku sendiri, sejak kami berada dalam satu kelompok yang sama seminggu yang lalu. Tiba-tiba aku merasa sangat bahagia jika ada didekat Taemin. Namja yang hanya mengucapkan beberapa patah kata ketika kami mengerjakan tugas bersama.

Belakangan aku baru mengetahui kalau perasaan bahagia dan jantung yang berdetak tak normal ataupun perasaan adanya jutaan kupu-kupu yang beterbangan diperut mu – itu disebut CINTA.

***

“biar aku membawanya”

Sebuah tepukan ringan dari belakang menghentikan langkahku yang kewalahan mengangkat pot bunga prakarya kami.

“Taemin-sshi?”

Tanpa berkata apa-apa Taemin, mengambil pot itu dari tanganku. Aku heran, bukankah saat disekolah dia tidak mau membawanya? Kenapa justru sekarang dia membantuku? Tapi aku tidak berkata apa-apa. Hanya mengikutinya dalam diam dan memandang punggungnya dari belakang.

***

“apa kau tau berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk membuat pot ini Lee Taemin!!”

Suara bentakan dari dalam kelas ku membuat para siswa melongokkan kepalanya dengan penasaran. Terlebih aku, mendengar namanya disebut aku segera berlari kearah pintu kelas. Didalam, terlihat Ok Taecyeon sedang menarik kerah seragam Taemin kasar. Disampingnya tampak pecahan tanah liat yang mungkin tadinya pot yang sedang mereka ributkan.

Taecyeon menatap pias wajah Taemin dengan sengit.

“Heh! Banci! Ayo sekarang tanggung jawab!”

“aku tt..tidak sengaja Taec…”

belum sempat menyelesaikan kalimatnya, sebuah tamparan keras melayang ke wajah Taemin. Air mata mulai menetes dipipi mulusnya. Aku terperangah diam ditempatku berdiri. Aku ingin membantunya, sungguh. Tapi apa yang bisa kulakukan? Aku tak mungkin balas memukul tubuh kekar Ok Taecyeon yang terkenal biang onarnya kelas. Tak tahan dengan apa yang kulihat, membawaku ke belakang gedung sekolah dan menangis. Menangis yang pertama kalinya untuk Taemin.

***

Waktu berlalu begitu juga tahun pertama ku di middle school. Aku tak lagi sekelas dengan Jiyoung, Hanna, Nayoung, dan juga…. Taemin.

Aku masih belum memahami perasaan ku pada Taemin. Yang jelas aku sedih tak bisa lagi melihat wajahnya setiap hari. Sangat sedih.

Setiap hari, hanya wajahnya yang kucari diantara kerumunan ratusan siswa sekolahku. Dan saat mataku menemukan sepasang mata beningnya aku seakan tersedot kedalamnya. Aku hanya diam. Dan menatapnya dari jauh, dan berlalu.

Hingga di satu musim dingin pertengahan tahun kedua di middle school…

Taemin menghilang, perasaan asing memenuhi hatiku. Aku ingin bertanya kemana dan kenapa ia pergi, tapi sepertinya tidak ada yang tau dan perduli. Aku hanya bisa menangis.

Hingga tahun-tahun sesudah namja itu menghilang, aku masih sering menagisinya sebelum kegelapan malam menarikku dalam mimpi-mimpi yang sayangnya tanpa Lee Taemin…

Dan aku tak pernah melihatnya lagi…

***

“Taemin mengungkapkan perasaannya padaku kemarin”

Ucap Sulli, temanku dan Jiyoung. Kami mulai akrab dengannya sejak awal memasuki Senior high school.

Jantungku berdetak keras saat mendengar nama itu keluar dari bibir Sulli. Meskipun hampir dua tahun berlalu, namun nama itu masih sanggup menggetarkan hatiku. Membawa aroma luka meski hanya dengan mendengarnya.

“Taemin? Nuguya?”

Tanya Jiyoung penasaran sambil mempermainkan pasir digenggaman tangannya. Sore itu kami bertiga duduk di pinggiran pantai sambil saling bertukar tentang cerita cinta, atau lebih tepatnya Jiyoung dan Sulli. Karena seperti biasa, aku hanya jadi pendengar.

“Lee Taemin. Tetanggaku. Ini sudah yang ketiga kalinya. Hey! Mungkin kalian kenal dia, dulu dia pernah bersekolah di Huang Dong middle school. Itu sekolah kalian kan?”

Seru Sulli bersemangat, sementara Jiyoung mengerutkan keningnya berusaha mengingat. Mereka tidak menyadari perubahan diwajahku yang mengeras. Jantungku bertalu talu menyakitkan. Setelah bertahun tahun terus merindukan dan penasaran akan keberadaannya. Hari ini aku mendengar tentang kabarnya lagi dengan cara yang sangat menyakitkan.

“aku tak ingat, apa kau ingat Suzy-ah?”

Tentu saja Jiyoung tak ingat. Namja itu tak pernah menonjol dan cukup menarik untuk yeoja populer seperti Jiyoung. Terlalu banyak namja yang hadir dan berganti dalam kehidupannya. Tidak seperti aku yang terus terpaku pada satu namja. Dan meskipun dia sahabatku tapi ia tak pernah tau tentang perasaanku pada seorang Lee Taemin.

“aku juga tak ingat Jiyoung-ah. Mungkin kita berbeda kelas dengannya”

Menggelengkan kepala lalu mendadak sibuk menatap laut lepas. Dengan sekuat tenaga aku berusaha menentang keinginan mataku yang ingin mengeluarkan kristal beningnya.

“lalu apa kau akan menerimanya?”

Tanya Jiyoung menolehkan kepalanya pada Sulli dengan antusias

“mungkin…”

Senyum kecil terukir diwajah cantik Sulli. Yeoja yang Taemin cintai, yeoja yang juga sahabatku.

Kau tidak boleh menagis sekarang Suzy-ah….

Bisikku sambil mengigit bibir.

“Suzy-ah, apa kau tak pernah jatuh cinta??” Sulli dan Jiyoung memandangku penuh selidik. Membuyarkan lamunanku pada sosok Taemin.

“tidak. Tidak ada yang bisa aku ceritakan”

Kupasang senyum palsuku. Sakit…dan aku mengerti dan yakin kini. Bahwa aku sangat mencintai Lee Taemin…

***

“Taemin-ah… kau dimana??” tubuhku bergetar, kubenamkan wajahku yang basah akan air mata ke bantal yang semakin lembab.

 Aku mencintaimu Lee Taemin…

Bahkan setelah pernyataan Sulli sore itu, bahkan setelah bertahun tahun setelahnya. Nyaris setiap malam, barisan kalimat itu yang keluar dari bibirku. Menggiringku dalam mimpi yang tetap tanpa Taemin.

Bahkan didalam mimpi sekalipun, aku tak bisa bertemu dan memilikinya….

Karena Lee Taemin, the VVVIP, my first love, telah menjadi milik Choi Sulli.

***

Most of the memories have gone with the tear-filled river of time

Slowly flowing away

But now returning to the past 

The youth and love of the past was so precious

 

Someday, we will meet again

Even though we don’t know where we will go

Someday, we will meet again

With already separated identities…

 

[Super Junior – Someday] 

[ TBC ]

#mian lama ngepostnya *emang ada yg nunggu? Jangan-jangan udah pada bosen T__T*

Otte? Aneh ya? Abal-abal kan? Ngebingungin? Mengecewakan? Comment ya ^^ mian kalo Taezy nya gak berakhir bahagia. Yaitu seperti yang ada diatas, cinta pertama jarang ada yang berakhir bahagia T___T

Oh iya, next part couplenya Minzy! Wohooo… jadi buat Minzy shipper, silahkan ditunggu part berikutnya #plakk xD

kalau pengen ceritanya lanjut, seperti biasa RCL ^^

 

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s